Laman

Rabu, 04 Juli 2012

Hukum Merayakan Malam Nishfu Sya'ban dan Puasa Pada Siangnya


Oleh: Badrul Tamam


Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada baginda Rasulillah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, keluarga dan para sahabatnya.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا
 “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu.” (QS. Al-Maidah: 3)
أَمْ لَهُمْ شُرَكَاءُ شَرَعُوا لَهُمْ مِنَ الدِّينِ مَا لَمْ يَأْذَنْ بِهِ اللَّهُ
"Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah?" (QS. Al-Syuura: 21)
Dalam Shahihain, dari 'Aisyah Radhiyallahu 'Anha, dari NabiShallallahu 'Alaihi Wasallam: "Siapa yang mengada-adakan perkara baru dalam urusan kami ini yang bukan bagian darinya, maka ia tertolak."
Dan dalam Shahih Muslim, dari Jabir Radhiyallahu 'Anhu, Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda dalam khutbah Jum'at: "Amma Ba'du: sesugguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah, sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, dan seburuk-buruk urusan (Islam) adalah yang diada-adakan. Maka setiap perkara bid'ah adalah sesat."
Banyak sekali ayat dan hadits yang semakna dengan ini. Semuanya menunjukkan dengan jelas, Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menjadikan lengkap ajaran Islam untuk umat ini dan telah menyempurnakan nikmat-Nya untuk mereka. Sehingga tidaklah diwafatkan Nabi-Nya 'Alaihis Shalaatu Wassalam kecuali setelah benar-benar menyampaikan semua risalah dan menerangkan syariat Allah –baik yang berbentuk perkataan dan perbuatan- kepada umat ini.
Kemudian Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam menjelaskan, setiap perkara yang dibuat-buat manusia sesudah beliau lalu dinisbatkan kepada Islam –baik yang berbentuk perkataan dan perbuatan- maka itu adalah bid'ah. Dan setiap bid'ah tertolak, yakni dikembalikan kepada pembuatnya, walaupun niatnya baik.
Para sahabat Nabi ridhwanullah 'Alaihim benar-benar memahami persoalan ini. Begitu juga ulama-ulama sesudah mereka. Semuanya mengingkari perkara bid'ah dan memperingatkan umat dari bahayanya. Sebagian ulama sangat konsen terhadap sunnah dan mengingkari perkara bid'ah, seperti Ibnu Wadhdhah, Imam al-Thurthusyi, Abu Syamah, dan ulama lainnya.
. . . setiap perkara yang dibuat-buat manusia sesudah beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam lalu dinisbatkan kepada Islam maka itu adalah bid'ah. Dan setiap bid'ah tertolak, yakni dikembalikan kepada pembuatnya, walaupun niatnya baik. . .
Di antara perkara bid'ah yang dibuat orang adalah perayaan malam Nishfu Sya'ban dengan mendirikan shalat khusus –biasa disebut shalat Bara'ah- dan mengistimewakan siangnya dengan puasa. Padahal, tidak ada dalil shahih yang bisa dijadikan sandaran amal ini. Terdapat beberapa dalil yang menerangkan keutamaan malam nishfu Sya'ban, tapi statusnya didhaifkan oleh mayoritas ulama. Di antaranya;  
Dari Ali bin Abi Thalib Radliyallahu 'Anhu secara marfu', berkata,
إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَقُومُوا لَيْلَهَا وَصُومُوا نَهَارَهَا
"Apabila tiba malam nishfu Sya'ban maka berdirilah shalat pada malam harinya dan berpuasalah pada siang harinya." (HR. Ibnu Majah dalam Sunannya no. 1388, dan ini adalah hadits Maudlu'. Syaikh Al-Albani mengatakan dalam Dhaif Sunan Ibni Majah, "Lemah sekali atau maudlu –palsu-" no. 1388, juga dalam Al-Misykah no. 1308, Al-Dhaifah no. 2132)
Hadits 'Aisyah Radhiyallahu 'Anha, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda kepadanya:
إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَنْزِلُ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا فَيَغْفِرُ لِأَكْثَرَ مِنْ عَدَدِ شَعْرِ غَنَمِ كَلْبٍ
"Sesungguhnya Allah turun ke langit dunia pada malam Nishfu Sya'ban, lalu Dia akan mengampuni umatku lebih dari jumlah bulu domba yang digembalakan Bani Kalb." (HR. Ibn Majah no. 1389 dan al-Tirmidzi no. 670. Syaikh al-Albani mendhaifkannya dalam Dhaif Sunan Ibni Majah no. 295 dan Dhaif al-Jami' al-Shaghir no. 1761)
Kesimpulannya, bahwa perkara-perkara ini tidak diterangkan oleh hadits ataupun atsar kecuali dari jalur yang lemah dan maudhu'.
Al-Hafidz Ibnu Dahiyyah berkata, "Ahli Ta'dil dan Tajrih berkata, "Tidak ada hadits shahih yang menerangkan tentang Nishfu Sya'ban. Wahai Hamba-hamba Allah berhati-hatilah dari para pemalsu yang akan meriwayatkan sebuah hadits untuk kalian yang dipasarkan untuk kebaikan. Mengamalkan kebaikan seharusnya dengan sesuatu yang disyariatkan dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Apabila telah nyata bahwa dia berdusta maka telah keluar dari yang disyariatkan, maka penggunanya telah menjadi pembantu syetan karena menggunakan hadits atas nama Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam yang tidak pernah Allah turunkan keterangan tentangnya." (Al-Ba'its 'ala Inkar al Bida' wa Al-Hawadits, Ibu Syamah al-Maqdisi, hal. 127)

Fatwa Syaikh Abdul Aziz bin Baaz
Syaikh Abdul Aziz bin Baaz rahimahullah pernah ditanya tentang malam nishfu Sya'ban? Apakah ada shalat khusus di dalamnya?
Beliau menjawab, "Malam Nishfu Sya'ban, tidak ada hadits shahih yang menerangkannya. Semua hadits yang menyebutkan tentang keutamaan di dalamnya adalah maudhu' (palsu) dan lemah yang tidak memiliki sumber. Malam itu tidak memiliki keistimewaan (kekhususan), baik dengan membaca sesuatu, tidak pula shalat khusus dan berjama'ah. . Dan apa yang disebutkan oleh sebagian ulama bahwa malam tersebut memiliki keistimewaan adalah pendapat yang lemah, karenanya tidak boleh diistimewakan dengan sesuatu. Ini adalah yang benar, semoga Allah melimpahkan taufiq-Nya kepada kita." Selesai fatwa, Wallahu Ta'ala A'lam.

SHOLAT SUNNAH TASBIH: Dalil, Niat/Bacaan & Tatacara "Sholat Tasbih", Jumlah Roka'at, Waktu, Manfaat/Fadhilah, Penyimpangan/Kesalahan & Bid'ah


Kandungan Faidah Shalat Tasbih 

Al-Ustadz Luqman Jamal,Lc.
Hadits Ibnu ‘Abbâs,
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِلْعَبَّاسِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ يَا عَبَّاسُ يَا عَمَّاهْ أَلاَ أُعْطِيْكَ أَلاَ أُمْنِحُكَ أَلاَ أُحِبُّوْكَ أَلاَ أَفْعَلُ بِكَ عَشْرَ خِصَالٍ إِذَا أَنْتَ فَعَلْتَ ذَلِكَ غَفَرَ اللهُ لَكَ ذَنْبَكَ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ قَدِيْمَهُ وَحَدِيْثَهُ خَطْأَهُ وَعَمْدَهُ صَغِيْرَهُ وَكَبِيْرَهُ سِرَّهُ وَعَلاَنِيَّتَهُ عَشَرَ خِصَالٍ أَنْ تُصَلِّيَ أَرْبَعَ رَكْعَاتٍ تَقْرَأُ فِيْ كُلِّ رَكْعَةٍ فَاتِحَةَ الْكِتَابِ وِسُوْرَةً فَإِذَا فَرَغْتَ مِنْ الْقُرْاءَةِ فِيْ أَوَّلِ رَكْعَةٍ وَأَنْتَ قَائِمٌ قُلْتَ سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ خَمْسَ عَشَرَةَ مَرَّةً ثُمَّ تَرْكَعُ فَتَقُوْلُهَا وَأَنْتَ رَاكِعٌ عَشَرًا ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنَ الرُّكُوْعِ فَتَقُوْلُهَا عَشْرًا ثُمَّ تّهْوِيْ سَاجِدًا فَتَقُوْلُهَا وَأَنْتَ سَاجِدٌ عَشْرًا ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنَالسُّجُوْدِ فَتَقُوْلُهَا عَشْرًا ثُمَّ تَسْجُدُ فَتَقُوْلُهَا عَشْرًا ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ فَتَقُوْلُهَا عَشْرًا فَذَلِكَ خَمْسٌ وَسَبْعُوْنَ فِيْ كُلِّ رَكْعَةٍ تَفْعَلُ ذَلِكَ فِيْ أَرْبَعِ رَكْعَاتٍ إِنِ اسْتَطَعْتَ أَنْ تُصَلِّيَهَا فِيْ كُلِّ يَوْمٍ مَرَّةً فَافْعَلْ فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِيْ كُلِّ جُمْعَةٍ مَرَّةً فَإِنْ لََمْ تَفْعَلْ فَفِيْ كُلِّ شَهْرٍ مَرَّةً فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُ فَفِيْ كُلِّ سَنَةِ مَرَّةً فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِيْ عُمْرِكَ مَرَّةً
“Dari Ibnu ‘Abbâs, bahwasanya Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada ‘Abbâs bin ‘Abdul Muththalib, ‘Wahai ‘Abbas, wahai pamanku, maukah saya berikan padamu? maukah saya anugerahkan padamu? maukah saya berikan padamu? saya akan tunjukkan suatu perbuatan yang mengandung 10 keutamaan, yang jika kamu melakukannya maka diampuni dosamu, yaitu dari awalnya hingga akhirnya, yang lama maupun yang baru, yang tidak disengaja maupun yang disengaja, yang kecil maupun yang besar, yang tersembunyi maupun yang nampak. Semuanya 10 macam.
Kamu shalat 4 rakaat. Setiap rakaat kamu membaca Al-Fatihah dan satu surah. Jika telah selesai, maka bacalah Subhanallâhi wal hamdulillâhi wa lâ ilâha illallâh wallahu akbar sebelum ruku’ sebanyak 15 kali, kemudian kamu ruku’ lalu bacalah kalimat itu di dalamnya sebanyak 10 kali, kemudian bangun dari ruku’ baca lagi sebanyak 10 kali, kemudian sujud baca lagi sebanyak 10 kali, kemudian bangun dari sujud baca lagi sebanyak 10 kali, kemudian sujud lagi dan baca lagi sebanyak 10 kali, kemudian bangun dari sujud sebelum berdiri baca lagi sebanyak 10 kali, maka semuanya sebanyak 75 kali setiap rakaat.Lakukan yang demikian itu dalam empat rakaat. Lakukanlah setiap hari, kalau tidak mampu lakukan setiap pekan, kalau tidak mampu setiap bulan, kalau tidak mampu setiap tahun dan jika tidak mampu maka lakukanlah sekali dalam seumur hidupmu.’.”

Para Ulama yang Menshahihkan Hadits Shalat Tasbih

  1. Abu Dâud As-Sijistâny. Beliau berkata, “Tidak ada, dalam masalah shalat Tasbih, hadits yang lebih shahih dari hadits ini.”
  2. Ad-Dâraquthny. Beliau berkata, “Hadits yang paling shahih dalam masalah keutamaan Al-Qur`ân adalah (hadits tentang keutamaan) Qul Huwa Allâhu Ahad, dan yang paling shahih dalam masalah keutamaan shalat adalah hadits tentang shalat Tasbih.”
  3. Al-Âjurry.
  4. Ibnu Mandah.
  5. Al-Baihaqy.
  6. Ibnu As-Sakan.
  7. Abu Sa’ad As-Sam’âny.
  8. Abu Musa Al-Madiny.
  9. Abu Al-Hasan bin Al-Mufadhdhal Al-Maqdasy.
  10. Abu Muhammad ‘Abdurrahim Al-Mishry.
  11. Al-Mundziry dalam At-Targhib Wa At-Tarhib dan Mukhtashar Sunan Abu Dâud .
  12. Ibnush Shalâh. Beliau berkata, “Shalat Tasbih adalah sunnah, bukan bid’ah. Hadits-haditsnya dipakai beramal dengannya.”
  13. An-Nawawy dalam At-Tahdzîb Al - Asma` Wa Al-Lughât .
  14. Abu Manshur Ad Dailamy dalam Musnad Al-Firdaus .
  15. Shalâhuddin Al-‘Alâi. Beliau berkata, “Hadits shalat Tasbih shahih atau hasan, dan harus (tidak boleh dha’if).”
  16. Sirajuddîn Al-Bilqîny. Beliau berkata, “Hadits shalat tasbih shahih dan ia mempunyai jalan-jalan yang sebagian darinya menguatkan sebagian yang lainnya, maka ia adalah sunnah dan sepantasnya diamalkan.”
  17. Az-Zarkasyi. Beliau berkata, “Hadits shalat Tasbih adalah shahih dan bukan dha’if apalagi maudhu’ (palsu).”
  18. As-Subki.
  19. Az-Zubaidy dalam Ithâf As-Sâdah Al-Muttaqîn 3/473.
  20. Ibnu Nâshiruddin Ad-Dimasqy.
  21. Al-Hâfidz Ibnu Hajar dalam Al-Khishâl Al-Mukaffirah Lidzdzunûb Al-Mutaqaddimah Wal Muta`Akhkhirah , Natâijul Afkâr Fî Amâlil Adzkâr dan Al-Ajwibah ‘Alâ Ahâdits Al-Mashâbîh .
  22. As-Suyûthy.
  23. Al-Laknawy.
  24. As-Sindy.
  25. Al-Mubârakfûry dalam Tuhfah Al-Ahwadzy .
  26. Al-‘Allamah Al-Muhaddits Ahmad Syâkir rahimahullâh.
  27. Al-‘Allamah Al-Muhaddits Nâshiruddîn Al-Albâny rahimahullâh dalam Shahîh Abi Dâud (hadits 1173-1174), Shahîh At-Tirmidzy , Shahîh At-Targhib (1/684-686) dan Tahqîq Al-Misykah (1/1328-1329).
  28. Al-‘Allamah Al-Muhaddits Muqbil bin Hâdy Al-Wâdi’iy rahimahullâh dalam Ash-Shahîh Al-Musnad Mimmâ Laisa Fî Ash-Shahihain .

Tata Cara Shalat Tasbih

Secara umum, shalat tasbih sama dengan tata cara shalat yang lain, hanya saja ada tambahan bacaan tasbih yaitu:
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
Lafadz ini diucapkan sebanyak 75 kali pada tiap raka’at dengan perincian sebagai berikut.
  • Sesudah membaca Al-Fatihah dan surah sebelum ruku sebanyak 15 kali,
  • Ketika ruku’ sesudah membaca do’a ruku’ dibaca lagi sebanyak 10 kali,
  • Ketika bangun dari ruku’ sesudah bacaan i’tidal dibaca 10 kali,
  • Ketika sujud pertama sesudah membaca do’a sujud dibaca 10 kali,
  • Ketika duduk diantara dua sujud sesudah membaca bacaan antara dua sujud dibaca 10 kali,
  • Ketika sujud yang kedua sesudah membaca do’a sujud dibaca lagi sebanyak 10 kali,
  • Ketika bangun dari sujud yang kedua sebelum bangkit (duduk istirahat) dibaca lagi sebanyak 10 kali.
Demikianlah rinciannya, bahwa shalat Tasbih dilakukan sebanyak 4 raka’at dengan sekali tasyahud, yaitu pada raka’at yang keempat lalu salam. Bisa juga dilakukan dengan cara dua raka’at-dua raka’at, di mana setiap dua raka’at membaca tasyahud kemudian salam. Wallâhu A’lam.

Jumlah Raka’at Sholat Tasbih

Semua riwayat menunjukkan 4 raka’at, dengan tasbih sebanyak 75 kali tiap raka’at, jadi keseluruhannya 300 kali tasbih.

Waktu Shalat Tasbih

Waktu shalat tasbih yang paling utama adalah sesudah tenggelamnya matahari,sebagaimana dalam riwayat ‘Abdullah bin Amr. Tetapi dalam riwayat Ikrimah yang mursalditerangkan bahwa boleh malam hari dan boleh siang hari. Wallâhu A’lam.
Catatan
Terdapat pilihan dalam shalat ini. Jika mampu, bisa dikerjakan tiap hari. Jika tidak mampu, bisa tiap pekan. Jika masih tidak mampu, bisa tiap bulan. Jika tetap tidak mampu, bisa tiap tahun atau hanya sekali seumur hidup.Karena itu, hendaklah kita memilih mana yang paling sesuai dengan kondisi kita masing-masing.
Kesimpulan
Hadits tentang shalat tasbih adalah hadits yang tsabit/sah dari Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam, maka boleh diamalkan sesuai dengan tata cara yang telah disebutkan diatas.
Penutup
Untuk melengkapi pembahasan yang singkat ini, maka kami juga sertakan penyimpangan-penyimpangan (bid’ah–bid’ah) yang banyak terjadi sekitar pelaksanaan shalat tasbih, di antaranya:
  1. Mengkhususkan pelaksanaannya pada malam Jum’at saja.
  2. Dilakukan secara berjama’ah terus menerus.
  3. Diiringi dengan bacaan-bacaan tertentu, baik sebelum maupun sesudah shalat.
  4. Tidak mau shalat kecuali bersama imamnya, jamaahnya, atau tarekatnya.
  5. Tidak mau shalat kecuali di masjid tertentu.
  6. Keyakinan sebagian orang yang melakukannya bahwa rezekinya akan bertambah dengan shalat tasbih.
  7. Membawa binatang-binatang tertentu untuk disembelih saat sebelum atau sesudah shalat tasbih, disertai dengan keyakinan-keyakinan tertentu.

Senin, 02 Juli 2012

KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM INOVASI PENDIDIKAN

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
 Kebijaksanaan pendidikan sering kali dirancukan dengan kebijakan pendidikan. Bahkan ada yang memahami secara terbalik mengenai kebijaksanaan pendidikan dengan mempersepsinya sebagai kebijakan pendidikan. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Imran (1996) bahwa setiap generasi ingin mewariskan sesuatu kepada generasi penerusnya. Yang diwariskan dapat meripakan produk budaya pada generasi sebelumnya atau mungkin merupakan produk budaya pada zamannya. Sesuatu itu bisa berupa pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai. Sementara proses pewarisan tersebut acapkali menggunakan pendidikan sebagai alat atau sasarannya (Imran. 1996: 3).
Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah guna tercapainya cita-cita dalam bidang pendidikan sepeerti yang diamanatkan oleh pembukaan UUD 1945 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Upaya yang dilakukan tersebut berupa pembaharuan atau inovasi dalam bidang pendidikan. Pembaharuan atau inovasi pendidikan merupakan suatu perubahan yang baru, yang kualitatif dan berbeda dari sebelumnya, serta sengaja diusahakan untuk meningkatkan kemampuan dalam pendidikan (Wijaya, Djajuri, dan Rusyan, 1988: 7).
Untuk itu pemerintah mengeluarkan kebijakan-kebijakan dalam pendidikan. Kebijakan-kebijakan tersebut tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945, program-program, undang-undang, peraturan pemerintah, peraturan menteri, dan sebagainya. Kebijakan-kebijakan tersebut sudah banyak yang dikeluarkan oleh pemerintah, di antaranya ada yang berkaitan dengan Inovasi Pendidikan.
Pengertian inovasi pendidikan yang dimaksud bukan hanya alat-alat bantu belajar saja seperti audio, audio visual, dan sebagainya, melainkan perencanaan, desain kurikulum, evaluasi kurikulum, analisis pengalaman belajar, implementasi program dan reinovasi belajar dan sebagainya. Jadi teknologi pendidikan menyangkut teori dan praktek, sehingga teknologi pendidikan bersifat rasional, menggunakan problem solving approach dalam pendidikan dan skeptis serta sistematis dalam cara berfikir tentang belajar dan membelajarkan (Harmadi: 2009).
Menurut Yamin (2006), Pemerintah Republik Indonesia melalui Departemen pendidikan Nasional pada tahun 2007 akan melaksanakan sertifikasi  guru-guru secara bertahap dari 2,7 juta guru PNS di Indonesia. Sertifikasi merupakan perwujudan dari UU 14 Tahun 2005 dan PP 19 Tahun 2005 dengan tujuan untuk meningkatkan mutu tenaga pendidik di Indonesia (Yamin, 2006: 1).
Dari uraian di atas maka dapat kita contohkan beberapa bentuk perubahan di dalam bidang pendidikan. Contoh-contoh tersebut ialah: Proyek Pamong atau SD pamong, radio pendidikan, televisi pendidikan, SMP Terbuka, Program Kesetaraan Paket A, B, C, pembelajaran jarak jauh, dan sebagaianya. Contoh-contoh tersebut merupakan upaya yang dilakukan dalam pembaharuan bidang pendidikan oleh pemerintah terutama yang berkaitan dengan teknologi pendidikan.

B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana perkembangan kurikulum pendidikan di Indonesia?
2.     Apa saja kebijakan pemerintah dalam pendidikan yang berkaitan dengan inovasi pendidikan?
C.    Tujuan
1.      Menjelaskan perkembangan kurikulum pendidikan di Indonesia.
2.  Mendeskripsikan kebijakan pemerintah dalam pendidikan yang berkaitan dengan inovasi pendidikan.

D.    Manfaaat
1.      Mengetahui perkembangan kurikulum pendidikan di Indonesia.
2.   Mampu mendeskripsikan kebijakan pemerintah dalam pendidikan yang berkaitan dengan inovasi pendidikan.


BAB II
PEMBAHASAN
A.    Perkembangan Kurikulum pendidikan di Indonesia
Sejak masa-masa Indonesia merdeka, sudah terjadi banyak perubahan pada kurikulum pendidikan. Perubahan kurikulum ini merupakan salah satu dari usaha-usaha yang dilakukan pemerintah dalam memajukan mutu dan kualitas pendidikan di Indonesia yang efektif dan akurat. Dari sini diharapkan akan menghasilkan efek pada pendidikan di Indonesia yang lebih baik.
Perubahan kurikulum pada dasarnya memang dibutuhkan manakala kurikulum yang berlaku (current curriculum) dipandang sudah tidak efektif dan tidak relevan lagi dengan tuntutan dan perkembangan jaman dan setiap perubahan akan mengandung resiko dan konsekuensi tertentu. Perubahan kurikulum yang berskala nasional memang kerapkali mengundang sejumlah pertanyaan dan perdebatan, mengingat dampaknya yang sangat luas serta mengandung resiko yang sangat besar, apalagi kalau perubahan itu dilakukan secara tiba-tiba dan dalam waktu yang singkat serta tanpa dasar yang jelas.
Sedangkan perubahan-perubahan kurikulum tersebut akan dipaparkan dalam bahasan berikut ini.
1.      Kurikulum 1968 dan sebelumnya
a.       Pada tahun 1947, kurikulum saat itu diberi nama Rentjana Pelajaran 1947.
Kurikulum ini masih dipengaruhi sistem pendidikan kolonial Belanda dan Jepang. Rentjana Pelajaran 1947 boleh dikatakan sebagai pengganti sistem pendidikan kolonial Belanda.
b.      Pada tahun 1952 kurikulum di Indonesia mengalami penyempurnaan dan diberi nama Rentjana Pelajaran Terurai 1952.
Hal yang paling menonjol dan sekaligus ciri dari kurikulum 1952 ini adalah, bahwa setiap rencana pelajaran harus memperhatikan isi pelajaran yang dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari.
c.       Menjelang tahun 1964, pemerintah kembali menyempurnakan sistem kurikulum di Indonesia, dan diberi nama Rentjana Pendidikan 1964.
Pembelajaran dipusatkan pada program Pancawardhana (Hamalik,2003), yaitu pengembangan moral, kecerdasan, emosional/artistik, keprigelan, dan jasmani.
d.      Kurikulum 1968 merupakan pembaharuan dari Kurikulum 1964.
Kurikulum 1968 yaitu dilakukannya perubahan struktur kurikulum pendidikan dari Pancawardhana menjadi pembinaan jiwa pancasila, pengetahuan dasar, dan kecakapan khusus. Kurikulum 1968 merupakan perwujudan dari perubahan orientasi pada pelaksanaan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. Kurikulum 1968 bertujuan bahwa pendidikan ditekankan pada upaya untuk membentuk manusia Pancasila sejati, kuat, dan sehat jasmani, mempertinggi kecerdasan dan keterampilan jasmani, moral, budi pekerti, dan keyakinan beragama. Isi pendidikan diarahkan pada kegiatan mempertinggi kecerdasan dan keterampilan, serta mengembangkan fisik yang sehat dan kuat.
2.      Kurikulum 1975
Pada kurikulum 1975 ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.
a.       Berorientasi pada tujuan
b.      Menganut pendekatan integrative dalam arti bahwa setiap pelajaran memiliki arti dan peranan yang menunjang kepada tercapainya tujuan-tujuan yang lebih integratif.
c.       Menekankan kepada efisiensi dan efektivitas dalam hal daya dan waktu
d. Menganut pendekatan sistem instruksional yang dikenal dengan Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI). Sistem yang senantiasa mengarah kepada tercapainya tujuan yang spesifik, dapat diukur dan dirumuskan dalam bentuk tingkah laku siswa.
e.  Dipengaruhi psikologi tingkah laku dengan menekankan kepada stimulus respon (rangsang-jawab) dan latihan (drill).

3.      Kurikulum 1984
Secara umum dasar perubahan kurikulum 1975 ke kurikulum 1984 di antaranya adalah sebagai berikut.
1.      Terdapat beberapa unsur dalam GBHN 1983 yang belum tertampung ke dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah
2.      Terdapat ketidakserasian antara materi kurikulum berbagai bidang studi dengan kemampuan anak didik
3.      Terdapat kesenjangan antara program kurikulum dan pelaksanaannya di sekolah
4.      Terlalu padatnya isi kurikulum yang harus diajarkan hampir di setiap jenjang.
5.      Pelaksanaan Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa (PSPB) sebagai bidang pendidikan yang berdiri sendiri mulai dari tingkat kanak-kanak sampai sekolah menengah tingkat atas termasuk Pendidikan Luar Sekolah.
6.      Pengadaan program studi baru (seperti di SMA) untuk memenuhi kebutuhan perkembangan lapangan kerja.
4.      Kurikulum 1994
Sifat dan ciri-ciri dari kurikulum 1994 ini adalah sebagai berikut.
a.       Pembagian tahapan pelajaran di sekolah dengan sistem caturwulan
b.      Pembelajaran di sekolah lebih menekankan materi pelajaran yang cukup padat (berorientasi kepada materi pelajaran/isi)
c.       Kurikulum 1994 bersifat populis, yaitu yang memberlakukan satu sistem kurikulum untuk semua siswa di seluruh Indonesia. Kurikulum ini bersifat kurikulum inti sehingga daerah yang khusus dapat mengembangkan pengajaran sendiri disesuaikan dengan lingkungan dan kebutuhan masyarakat sekitar.
d.      Dalam pelaksanaan kegiatan, guru hendaknya memilih dan menggunakan strategi yang melibatkan siswa aktif dalam belajar, baik secara mental, fisik, dan sosial.
e.       Dalam pengajaran suatu mata pelajaran hendaknya disesuaikan dengan kekhasan konsep/pokok bahasan dan perkembangan berpikir siswa
f.       Pengajaran dari hal yang konkrit ke hal yang abstrak, dari hal yang mudah ke hal yang sulit, dan dari hal yang sederhana ke hal yang komplek.
g.      Pengulangan-pengulangan materi yang dianggap sulit perlu dilakukan untuk pemantapan pemahaman siswa.
5.      Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) 2002 dan 2004
Pendidikan berbasis kompetensi menitikberatkan pada pengembangan kemampuan untuk melakukan (kompetensi) tugas-tugas tertentu sesuai dengan standar performance yang telah ditetapkan.Hal ini mengandung arti bahwa pendidikan mengacu pada upaya penyiapan individu yang mampu melakukan perangkat kompetensi yang telah ditentukan.
6.      Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merupakan kurikulum yang paling mutakhir dan baik diantara kurikulum-kurikulum yang pernah ada di Indonesia. Adapun ciri-ciri dari kurikulum ini antara lain adalah sebagai berikut.
a.       Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal.
b.      Berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman.
c.       Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi.
d.      Sumber belajar bukan hanya guru, tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif.
e.       Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi.

B.     Kebijakan-kebijakan Pemerintah dalam Pendidikan (Inovasi Pendidikan)
Pada saat ini, sudah banyak usaha-usaha yang dilakukan oleh pemerintah dalam meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di Indonesia. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Subadi (2011), banyak contoh inovasi yang dilakukan oleh Depdiknas selama beberapa dekade terakhir ini, seperti Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA), Guru Pamong, Sekolah Persiapan Pembangunan, Guru Pamong, Sekolah Kecil, Sistem Pengajaran Modul, Sistem Belajar Jarak Jauh, dan lain-lain (Subadi,2011:3).
1.      Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA)
CBSA dikembangkan berdasarkan SAL (Student Active Learning) (Sufanti,2012:29). CBSA di tahun 1980-an sangat terkenal di dunia pendidikan di Indonesia karena disosialisasikan dengan gencar oleh pemerintah dan ahli-ahli pendidikan. Namun sangat disayangkan bahwa dengan pendekatan yang bagus ini dalam pelaksanaannya terdapat banyak penyimpangan. Hingga akhirnya CBSA mendapat kepanjangan bari dalam bahasa jawa “Cah Bodho Saya Akeh”, hingga pada akhirnya muncullah PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan). Menurut Suparlan dkk (2009) dalam Sufanti menyatakan bahwa PAIKEM sebenarnya merupakan metamorfosa dari CBSA (Sufanti,2012:29).
Menurut Sufanti (2012) istilah PAIKEM lahir pertama kali dengan nama PAKEM yaitu singkatan dari Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. PAKEM lahir asli dari bumi tercinta Indonesia, bersamaan dengan pemberlakuan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) (Sufanti,2012:29).
Menurut Phillip Rekdale (2005) dalam Sagala (2009) focus PAKEM adalah pada kegiatan belajar peserta didik di dalam bentuk group, individu, dan kelas, partisipasi dalam proyek, penelitian, penyelidikan, penemuan, dan beberapa macam strategi yang hanya dibatasi dari imaginasi guru (Sagala,2009:168).

2.      Guru Pamong
Guru adalah “orang yang pekerjaannya mengajar” (Kamus Besar  Bahasa Indonesia, 2001: 288), sedangkan pamong mempunyai arti“pendidik atau pengasuh” (Kamus Umum Bahasa Indonesia,1976: 700).
Guru pamong sendiri adalah “pembimbing belajar mandiri siswa yaitu Anggota masyarakat yang peduli akan pendidikan. Dengan ketentuan pendidikan minimal SMA, dan berada pada lingkungan sekitar Tempat Kegiatan Belajar”.
Guru pamong yang dimaksud disini yaitu “guru yang akan memantau perkembangan siswa dan membantu kesulitan siswa dalam berbagai aspek. Mulai dari aspek Psikologi, emosional, hingga problem belajar”.
3.      Sistem Pengajaran Modul
Modul dapat dirumuskan sebagai suatu unit yang lengkap yang berdiri sendiri dan terdiri atas suatu rangkaian kegiatan belajar yang disusun untuk membantu siswa mencapai sejumlah tujuan yang dirumuskan secara khusus dan jelas (spesifik dan operasional). Atau satu paket / program pengajaran yang terdiri dari satu unit konsep bahan pelajaran atau program belajar mengajar terkecil.
Pengajaran modul adalah pengajaran yang sebagian atau seluruhnya didasarkan atas modul. Pengajar yang mengutamakan metode tradisional, kenungkinan memanfaatkan juga modul dalam pengajarannya. Jadi, modul merupakan salah satu alternatif jawaban yang dianggap tepat oleh para ahli dalam menanggapi dan memecahkan masalah pendidikan dan pengajaran yang sangat kompleks dewasa ini.

4.      Sistem Belajar Jarak Jauh
Konsep dari pembelajaran jarak jauh yang lebih dikenal dengan istilah distance learning atau distance education, yaitu suatu sistem pendidikan dimana terdapat pemisahan antara pengajar dan siswa baik secara ruang dan/atau waktu.

Selain daripada hal-hal yang tersebut di atas, juga masih ada upaya yang dilakukan pemerintah dalam inovasi pendidikan, antara lain:
1.      Standar Nasional Pendidikan
Menurut Subadi (2011) Standar nasional Pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara kesatuan Republik Indonesia (Subadi,2011:11).
2.      Badan Standar Nasional Pendidikan
Dalam rangka pengembangan, pemantauan dan pelaporan pencapaian standar nasional pendidikan, dengan peraturan Pemerintah ini dibentuk Badan Standar Nasional Pendidikan yang berkedudukan di ibu kota wilayah Negara republic Indonesia yang berada di bawah tanggung jawab kepada Menteri (Subadi,2011:12).
3.      Pengembangan karier Guru (Sertifikasi)
Menurut Yamin (2006) sertifikasi merupakan perwujudan dari UU 14 Tahun 2005 dan PP 19 Tahun 2005 dengan tujuan untuk meningkatkan mutu tenaga pendidik di Indonesia. Rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia bukan diakibatkan oleh rendahnya input pendidikan, akan tetapi diakibat oleh proses pendidikan yang ttdak maksimal dan rendahnya kualitas guru (Yamin,2006:1).
4.      Pengembangan Leson Study
Tjipto Subadi (2011) menjelaskan bahwa lesson study adalah suatu model pembinaan profesi guru melalui belajar nengajar (pengkajian pembelajaran) secara kolaboratif dengan system siklus dan berkelanjutan berlandaskan prinsip-prinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun learning community (Subadi,2011:29).
Catherine Lewis (2004) dalam Subadi (2011) mengemukakan pula tentang ciri-ciri esensial dari Lesson Study, yang diperolehnya berdasarkan hasil observasi terhadap beberapa sekolah di Jepang, yaitu:
a.       Tujuan bersama untuk jangka panjang.
b.      Materi pelajaran yang penting.
c.       Studi tentang siswa secara cermat.
d.      Observasi pembelajaran secara langsung.



BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Dari semua penjabaran di atas dapat diambil kesimpulan bahwa sudah ada banyak upaya yang dilakukan pemerintah untuk memajukan pendidikan di Indonesia. Sejak mulai zaman kemerdekaan sampai sekarang sudah banyak usaha yang di demi tercapainya tujuan tersebut. Bahkan sebelum Indonesia merdeka pun hal tersebut juga sudah diupayakan. Usaha-usaha tersebut antara lain seperti Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA), Guru Pamong, Sekolah Persiapan Pembangunan, Guru Pamong, Sekolah Kecil, Sistem Pengajaran Modul, Sistem Belajar Jarak Jauh, penetapan Standar Nasional Pendidikan, Badan Standar Nasional Pendidikan, Pengembangan karier Guru (Sertifikasi), dan juga Pengembangan Leson Study.
Disamping hal-hal tersebut, juga perubahan dan perkembangan kurikulum kependidikan di Indonesia sejak setelah kemerdekaan yaitu tahun 1968 dan sebelumnya sampai pada saat ini yaitu dengan diberlakukannya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) mulai pada tahun 2006 jugalah merupakan usaha yang dilakukan pemerintah untuk memingkatkan mutu dan kualitas pendidikan di Indonesia.

  

Daftar Pustaka
Hamalik, Oemar. 2003. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Harmadi. 2009. “Landasan Kebijakan Pemerintah dalam Teknologi Pendidikan” (online), (http://harmadi-derasid.blogspot.com/2009/01/landasan-kebijakan-pemerintah-dalam.html, 15 Juni 2012).
Imran, Ali. 1996. Kebijaksanaan Pendidikan di Indonesia; Proses, Produk, dan Masa Depannya. Jakarta: Bumi Aksara.
Sagala, Syaiful. 2009.Kemampuan Profesional Guru dan Tenaga Kependidikan. Bandung: Penerbit Alfabeta.
Subadi, Tjipto. 2011. Inovasi Pendidikan. Surakarta: Muhammadiyah University Press.
Sufanti, Main. 2012. Strategi Pengajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Surakarta: Yuma Pustaka.
Wijaya, Cece, Djaja Djanuri dan A. Tabrani Rusyan. 1988. Upaya Pembaharuan dalam Pendidikan dan Pengajaran. Bandung: Remadja Karya.
Yamin, Martinis. 2006. Sertifikasi Profesi Keguruan di Indonesia. Jakarta: Gaung Persada Press.

Jumat, 22 Juni 2012

CONTOH Resensi Buku Kumpulan Cerpen "Godlop"




Daya Tarik Karya Sastra dari Seniman Sejati

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgmspJCuobPMYcW1D8y6ccxm21rmvEiQtjlRuj7Wk0-XdQBS_OUJTZ1N-zGQiVkSV4VO-Vh3EELzHRbduDZAJUcirdcLdgH2WUs9CfNmzJ-O7Eq4g-CUU2-XumhC2ipJfvIowFsLET24DUy/s320/7808017.jpg

Judul Buku                    : Godlob
 Penulis                         :  Danarto
 Penerbit                       : Matahari
Cetakan                        : II, April 2004
Tebal Buku                   : ix + 224 halaman
Danarto, seorang seniman yang telah menunjukkan bakat menulisnya sejak berumur 17 tahun ini, kembali mewarnai karya sastra Indonesia dengan buku kumpulan cerpennya yang berjudul Godlob. Judul tersebut diambil dari salah satu cerpennya yang mempunyai judul yang sama yaitu, Godlob. Dalam cerpen ini, Danarto memberikan unsur-unsur yang berbeda dari karya yang biasanya. Cerpen ini bercerita tentang seorang anak yang dibunuh oleh ayahnya sendiri agar sang anak bergelar “pahlawan”. Cerita dalam cerpennya juga tidak bisa ditebak dan memberikan amanat tersendiri bagi pembacanya. Cerita yang diangkat sangat berbeda dengan cerita pada umumnya. Dengan kata lain, Danarto mampu mengangkat sebuah cerita yang membosankan menjadi sebuah cerita yang sangat menakjubkan. Bakhan, beberapa cerpennya berhasil di-translate ke berbagai bahasa. Antara lain bahasa Inggris, Jerman, dan Prancis. Buku kumpulan cerpen ini memang sangat menakjubkan. Tak heran jika buku ini telah diterjemahkan dalam berbagai bahasa, salah satunya adalahbahasa inggris yang diterjemahkan oleh Herry Aveling dengan judul Abracadabra. Sebenarnya, arti dari judul Godlobsendiri masih mengundang pertanyaan. Kata “Godlob” mungkin merupakan bahasa asing atau bahasa serapan dari bahasa lain.
Dalam buku kumpulan cerpennya, Godlob. Terdapat sembilan cerpen yang sangat menarik. Kesembilan cerpen tersebut memiliki cerita yang sangat fenomenal, tragis, religius serta mengandung unsur magis. Unsur magis yang sangat kental terdapat pada cerpennya yang berjudul Amargedon. Dimana dalam cerpen tersebut terdapat tiga tokoh yang paling berperan yaitu ibu, anak, dan bekakra-an. Bekakra-an yang tak lain adalah sesosok yang berkepala, tetapi tak memiliki badan, dengan alat-alat tubuhnya didalam yang masih utuh : kerongkongan, paru-paru, jantung, limpa, urat darah, urat syaraf, dan usus-ususnya. Dengan kata lain, Danarto menghasilkan tokoh baru yaitu makhluk halus. Dalam cerpen ini, Danarto juga mampu menggabungkan kejadian-kejadian mistis menjadi sebuah cerpen yang menarik.
Pada esai Burton Raffel dalam “The Asian Wall Street Journal” 28 Februari 1980 menyatakan bahwa yang paling menarik adalah eksperimentalis Danarto. Karya-karya Danarto juga dinilai melebihi karya sastra yang ada di Eropa maupun Amerika dewasa itu. Berbicara tentang eksperimen, cerpen yang berjudul Abracadabra dan Sandiwara Atas Sandiwara merupakan kurun dalam perjalanan yang menunjukkan gejolah dan permasalahan yang teradi dalam hidup. Selain itu, semua karya cerpennya juga tidak dapat ditebak jalan ceritanya, seperti cerpen Kecubung Penghasilan. Jalan cerita yang berliku-liku dan rumit membuat orang merasa takjub dengan keindahan karya sastranya ini. Sebenarnya, cerita yang diangkat adalah cerita yang sering kita jumpai bahkan kita sendiri tak pernah berpikir untuk mengangkat cerita sesederhana itu. Namun, di tangan Danarto, cerita ini disulap menjadi cerita yang penuh dengan konflik, tetapi berakhir bahagia. Cerpen Kecubung Penghasilan ini menceritakan tentang seorang wanita gelandangan yang mengandung anaknya 8 bulan. Setiap hari ia selalu mencari makan kesana kemari, namun tak pernah ditemukannya. Hingga akhirnya, ia pergi ke sebuah taman dan memakan bunga-bunga di taman.
Bagian yang menarik dari cerpen Kecubung Penghasilan adalah cerita tentang bunga-bunga yang penuh dengan konflik. Dalam cerpennya, bunga-bunga itu memiliki sifat sama seperti manusia. Memiliki persaan, dapat berbicara, berpikir, dan pintar seolah-olah bunga-bunga itu adalah seorang manusia yang bisa hidup bebas. Bahkan bunga-bunga di taman itu bisa membunuh dirinya sendiri dengan pertumpahan darah sengit seperti layaknya perang manusia.
Dari semua cerpen yang ada di buku itu, sebagian besar mengandung cerita-cerita tentang pembunuhan, pemberontakan, magis, mistis dan realigi. Cerita yang ditampilkan sangat menakjubkan. Bahasa yang digunakan sangat menunjukkan bahwa Danarto adalah seniman sejati. Ceritra yang ditampilkan berbeda dengan cerita biasanya dan tokoh yang digambarkan sebenarnya tidak masuk akal pikiran manusia atau hanya imajinasi yang tak mungkin terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
Cerita yang ditampilkan termasuk panjang dan bahasanya agak sulit dimengerti. Bagi orang yang tidak menyukai sastra, mungkin buku ini sedikit membosankan. Namun, bagi pecinta karya sastra, buku ini sangat menarik. Terlebih, semua cerpen ini dibuat pada tahun 1960-an. Sehingga, bahasa yang digunakan lebih sulit dimengerti oleh anak-anak remaja zaman sekarang dan cerita yang  juga mengarah pada masa-masa 1960-an.